Air Freshener Elarose Asalnya Limbah Bunga Mawar
![]() |
| Limbah Bunga Mawar Menjadi Air Freshener Elarose. |
BATU- Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dikenal sebagai salah satu sentra produksi mawar dengan hasil lebih dari 76 juta tangkai per tahun. Produksi tinggi juga menyisakan bunga tidak terjual yang berpotensi menjadi limbah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengolah sisa bunga mawar menjadi air freshener bernama Élarose. Inovasi ini diperkenalkan melalui pelatihan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Punten di Balai Desa Punten, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan tim mahasiswa, diketuai Candra Yogi Kurniawan menjelaskan, limbah bunga mawar dipilih karena Desa Punten memiliki potensi florikultura yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai guna.
“Kami melihat ada potensi sederhana yang bisa dikembangkan dari bunga mawar yang sudah tidak terpakai. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir menjadi sampah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna, bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh anggota PKK secara mandiri,” ujarnya.
Mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Bunga Mawar Menjadi Air Freshener (Élarose) bagi Anggota PKK di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu”, peserta dikenalkan pada pembuatan pengharum ruangan berbahan esens mawar alami. Bunga diekstraksi menggunakan alkohol food grade, lalu esens dikemas dalam botol diffuser dan dilengkapi stik agar aroma menyebar perlahan.
Pembuatan diawali dengan menyiapkan 150 gram limbah bunga mawar yang dipotong kecil dan diremas, lalu dimasukkan ke dalam toples. Bunga diekstraksi dengan 100 mL alkohol food grade dan didiamkan tujuh hari di tempat bersih, terhindar dari matahari langsung. Setelah disaring dan diperas, cairan dicampurkan dengan 15 mL gliserin dan 30 mL Propylene Glycol (PG), lalu didiamkan kembali selama dua hari hingga menjadi esens mawar.
Untuk satu botol Élarose berukuran 30 mL, sebanyak 20 mL esens dicampurkan dengan 10 mL alkohol parfum dan dua tetes fixative. Campuran dikocok hingga homogen, kemudian diberi label, stik diffuser, dan kemasan.
Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung pembuatan produk. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan mandiri dan dikembangkan menjadi produk rumah tangga berbasis potensi lokal.
Ketua PKK Desa Punten, Siti Roichatul Chasanah, M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan keterampilan baru bagi warga untuk memanfaatkan bunga mawar yang selama ini terbuang.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Punten, khususnya ibu-ibu PKK, karena bisa memanfaatkan limbah bunga mawar yang selama ini hanya terbuang. Diharapkan peserta yang ikut bisa mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada warga yang lain,” pungkasnya. (faqih ahmad wafir rahman/rilis grup journalist lovers umm)
