Inspiratif, Mahasiswa UMM Olah Pepaya Jadi Abon
![]() |
| Mahasiswa UMM menunjukkan produk abon pepaya. |
MALANG - Inovatif yang dilakukan Kelompok
001 PPG Calon Guru PGSD 05 UMM ini. Bentuknya? Menurut Wakil Ketua Kelompok 001
PPG Calon Guru PGSD 05 UMM, Devino, inovasi yang dilakukan kelompoknya adalah pengolahan
pepaya menjadi produk bernilai tambah di Dusun Kebonkuto, Desa Sukodadi,
Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Minggu (13/9/2026).
Devino mengatakan
pengolahan pepaya menjadi produk bernilai tambah tersebut sebagai pelaksanaan kegiatan
Projek Kepemimpinan dengan mengangkat potensi lokal masyarakat melalui inovasi
pengolahan pepaya menjadi produk bernilai tambah berupa abon pepaya.
Kegiatan ini menetapkan tema Pemanfaatan Potensi Lokal Pepaya sebagai Produk Inovatif Berupa Abon dengan sasaran utama kegiatan adalah anggota PKK Dusun Kebonkuto sebagai mitra dalam pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan diawali
dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa yang disampaikan oleh saudara Devino
selaku Wakil Ketua Kelompok 001 PPG Calon Guru PGSD 05 UMM. Bahwa kegiatan ini
berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap potensi yang dimiliki setiap
daerah agar dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai
ekonomi.
“Projek ini
berangkat dari sebuah pemikiran bahwa setiap daerah memiliki potensi lokal yang
dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Salah satu
potensi yang kami temukan di Dusun Kebunkuto adalah keberadaan tanaman pepaya
yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui projek ini, kami
menghadirkan inovasi sederhana yaitu mengolah pepaya menjadi abon pepaya,” ujar
Devino.
Usai sambutan,
tambah Devino kegiatan dilanjutkan demonstrasi pembuatan abon pepaya yang
dipandu oleh Dhea dan Berlianti selaku perwakilan mahasiswa Kelompok 001 PPG
PGSD UMM. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan
abon pepaya mulai dari proses persiapan bahan hingga siap konsumsi.
Saat praktik
membuat abon pepaya, tampak anggota PKK Kebonkuto sangat antusias. Peserta
memperhatikan penjelasan secara seksama juga aktif bertanya tentang teknik
pengolahan, cita rasa, serta peluang pengembangan produk tersebut.
Melalui Projek
Kepemimpinan mahasiswa PPG Calon Guru UMM berharap inovasi abon pepaya dapat
menjadi inspirasi bagi masyarakat Dusun Kebonkuto dalam mengembangkan produk
berbasis potensi lokal. Selain memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa,
kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam
mendukung pemberdayaan masyarakat.
Di tempat sama,
salah satu anggota PKK Dusun Kebonkuto, Wiwin, mengatakan pemanfaatan buah
pepaya muda selama ini diolah masak menu oseng-oseng. Sehingga abon pepaya
Adalah kali pertama dilakukan anggota PKK Dusun Kebonkuto.
Wiwin mengapresiasi
kehadiran mahasiswa PPG Calon Guru UMM yang memberikan ilmu membuat abon dari
pepaya sebagai potensi warga local. Itu sebabnya pemerintah desa setempat serta kepala Dusun
Kebonkuto juga mendukung mahasiswa berupaya mengangkat potensi lokal dan
memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat. (tim mahasiswa ppg calon guru
umm/heru)
