Kenapa Antibiotik Tidak Boleh Disimpan Terlalu Lama
![]() |
| dok prosains.com. |
ANTIBIOTIK
saat ini menjadi salah satu obat yang
selalu tersedia di rumah-rumah keluarga. Hal ini disebabkan bebasnya penjualan
obat tersebut meskipun harus menggunakan resep saat membelinya, kecuali
antibiotik tertentu dapat diberikan oleh apoteker tanpa resep dokter. Namun
kenyataan sangat mudah masyarakat
mendapatkan obat kategori keras ini. Lantas apakah menyimpannya terlalu
lama masih dapat dikonsumsi?
Tim
prosains.com merangkumnya dari berbagai sumber. Menyimpan obat antibiotic
terlalu lama ternyata tidak disarankan oleh para ahli farmasi. Hal ini
disebabkan hasil penelitian tahun 2023 menyebutkan satu dari enam infeksi bakteri disebabkan
resistensi terhadap antibiotic.
Hal
ini merupakan kondisi serius bagi dunia kesehatan karena resiko pengobatan bis
amenjadi sulit atau lama bahkan beresiko komplikasi pada kematian seperti
dilansir web London School of Hygiene & Tropical Medicine.
Jenis
antibiotic dalam sebuah penelitian yang dilakukan dosen Universitas
Muhammadiyah Surakarta (UMS), jenis antibiotic yang sering digunakan masyarakat
amoksisilin, tetrasiklin, dan FG Troches. Antibiotik ini disimpan di kotak obat bahkan juga asal
menyimpan antibiotik, seperti di laci, di lemari, di kulkas, di kamar tidur,
hingga di dapur. Padahal antibiotik yang disimpan terlalu lama atau tidak
disimpan sesuai ketentuan berisiko mengalami penurunan kualitas.
Perilaku masyarakat yag menyimpan antibiotic terlalu lama
ini bisa menjadikan resistensi antibiotik sebab berisiko mengalami penurunan
kualitas. Berdasarkan hal ini masyarakat disarankan untuk tidak membeli
antibiotik tanpa resep, menghabiskan antibiotik sesuai anjuran tenaga
kesehatan, dan tidak menggunakan kembali obat sisa pengobatan sebelumnya. (diadaptasi
dari berbagai sumber/tim prosains.com)
