Apa itu Teknologi Shipon Tenaga Surya, Mampu Atasi Sedimentasi Kolam Budidaya Gurami
![]() |
| Pemasangan Teknologi Shipon Tenaga Surya Atasi Sedimentasi Kolam Budidaya Gurami. |
TIM dosen Polinema (Politeknik Negeri Malang)
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)
dengan mitra PKM UD Sumber Makmur, Desa Selorejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten
Tulungagung.
Ketua Tim Dosen PPM Polinema, Prof. Dr. Asrori, ST, MT, mengatakan
kegiatan PKM ini berjudul Penerapan
Teknologi Siphon Permanen Bertenaga Surya Sebagai Solusi Pembersihan
Sedimentasi Kotoran Pada Kolam Budidaya Gurami di Tulungagung. Pemilihan
judul tersebut berdasarkan latar belakang permasalahan yang dialami mitra PKM
dimana budidaya ikan gurami menuntut pengelolaan air yang optimal berupa
akumulasi sedimentasi kotoran dan sisa pakan.

Teknologi Shipon Tenaga Surya selain hemat energi juga mampu mengatasi akumulasi amonia dan penurunan kualitas air.
Endapan
organik ini memicu peningkatan kadar amonia beracun yang mengancam kelangsungan
hidup ikan. Di sisi lain, proses pembersihan selama ini masih bersifat manual
dan terkendala oleh tingginya biaya energi jika menggunakan pompa listrik
konvensional.
Berdasarkan tantangan ini, tim PKM dosen Polinema menerapkan
teknologi Siphon Permanen Bertenaga Surya sebagai solusi otomatisasi
pembersihan sedimen kolam. Teknologi ini dirancang untuk membuang kotoran dasar
kolam secara rutin dengan memanfaatkan energi terbarukan, sehingga kualitas air
tetap terjaga tanpa bergantung pada jangkauan listrik PLN. Metodologi
pelaksanaan meliputi fabrikasi alat, instalasi panel surya, serta pelatihan
manajemen kualitas air bagi mitra.

Penyerahan alat dari tim PPM Poilnema kepada mitra PPM.
Hasil PPM pada mitra ini berupa sistem penyedot sedimen
kotoran kolam gurami yang dipadukan dengan sitem filter air yang berada di luar
kolam. Selain itu juga terpasang PLTS sebagai sumber energi penggerak pompa
kolam dengan kapasitas terpasang 1,16 kWp.
Dari penerapan teknologi siphon permanen bertenaga surya
tersebut permasalahan yang dihadapi mitra PPM dapat solusi. Diantaranya
akumulasi amonia dan penurunan kualitas air bisa teratasi, sudah tidak tergantung
pada metode konvensional, serta hemat biaya karena menggunakan tenaga surya.

Foto bersama antara tim PPM Polinema dengan mitra PPM.
Dijelaskan Asrori, penerapan teknologi siphon permanen
bertenaga surya pada kolam budidaya gurami memberikan kontribusi mendasar pada
mitra adalah TTG yang dapat mengubah beban (cost center) yaitu pembersihan
kolam yang mahal dan melelahkan, menjadi aset produktif (productivity enabler)
yang mendorong efisiensi, mengurangi kematian ikan sehingga dapat meningkatkan
hasil panen, dan membangun ketahanan
usaha budidaya gurami secara berkelanjutan. Mitra tidak
hanya mendapat alat, tetapi juga peningkatan daya saing usaha melalui
pendekatan modern yang hemat biaya dan ramah lingkungan. (tim ppm dosen
polinema)
