Hasil Observasi Jadi Inovasi, Biobriket dari Kulit Kopi
![]() |
| Biobriket salah satu produk inovasi dari kulit kopi. |
MALANG - Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan inovasi pengolahan kulit
kopi di Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Menurut Koordinator
Tim, Fakhintan Ilza Karengga, menjelaskan diawali observasi limbah kulit kopi akhirnya
jadi inovasi produk.
Yakni biobriket, pengharum ruangan, kerupuk, dan teh
cascara. Untuk
produk biobriket, kulit kopi disangrai melalui proses karbonisasi hingga
berubah menjadi arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan larutan tepung
kanji sebagai perekat. Campuran tersebut
selanjutnya dipadatkan menggunakan cetakan dan dijemur hingga kering.
Adapun parfum ruangan berbasis cascara dibuat dengan
merendam bubuk kulit kopi dalam alkohol khusus parfum menggunakan botol
berwarna gelap. Setelah proses ekstraksi, cairan disaring dan dicampur dengan
fixative serta air suling, kemudian didiamkan melalui tahap pematangan agar
aroma lebih menyatu sebelum digunakan.
Pembuatan tepung kulit kopi untuk kripik diawali dengan membersihkan kulit kopi, kemudian mengeringkannya menggunakan oven atau disangrai dengan api kecil hingga kadar airnya berkurang. Kulit kopi yang telah kering selanjutnya dihaluskan dan diayak sampai menghasilkan tepung bertekstur halus.
Tepung tersebut dapat diolah menjadi kerupuk dengan
mencampurkannya bersama tepung terigu dan tepung kanji, serta bumbu berupa
bawang putih, garam, gula, penyedap rasa, dan sedikit soda kue. Adonan kemudian
diuleni hingga merata, dibentuk memanjang menggunakan plastik, lalu dikukus
sampai padat. Setelah dingin, adonan diiris tipis dan dijemur hingga
benar-benar kering sebelum digoreng hingga mengembang dan renyah.
Sementara itu, teh celup cascara dibuat dengan memanfaatkan kulit kopi yang telah dibersihkan dan dikeringkan secara optimal. Kulit kopi kering kemudian dipotong atau disesuaikan ukurannya agar mudah diseduh, sebelum dimasukkan ke dalam kantong teh celup berbahan ramah lingkungan dan dikemas. (faqih ahmad wafir rahman/rilis group journalists umm lovers)
