Inovasi Eco-Parenting Kearifan Lokal Solusi Hadapi Perubahan Iklim

 

Kegiatan lokal yang menjadi basis riset eco parenting.

INOVASI pengasuhan anak bernama eco-parenting diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal merupakan gagasan solutif nan inovatif Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D, disapa Salis yang berkolaborasi dengan Muhammad Fath Mashuri, S.Psi, MA, merupakan dosen Psikologi UMM.

Apa itu Eco Parenting? Salis menjelaskan materi eco-parenting digali langsung dari akar budaya Indonesia. Mereka sepakat untuk mengombinasikan nilai-nilai kebudayaan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, khususnya kearifan suku Bugis dan Makassar. Kombinasi silang budaya ini menjadi representasi yang kuat karena Fath sendiri berasal dari Sulawesi Selatan.

"Di Jawa misalnya, ada tradisi bersih desa atau bagaimana cara merawat tempat sumber air setiap tahunnya. Ada pula kearifan leluhur petani yang menyebar parutan kelapa ke sawah sebagai bagian dari pupuk alam. Kesadarannya adalah bagaimana kita kembali ke alam dan menghindari bahan kimiawi. Nilai-nilai inilah yang akan kami jadikan bekal materi budaya untuk disampaikan kepada para orang tua yang saat ini banyak yang mulai lupa dengan budaya kita," urainya.

Inovasi ini sekaligus membuka paradigma bahwa keilmuan psikologi memiliki spektrum yang sangat luas. Keterlibatan Fath Mashuri yang mengawal isu-isu psikologi sosial membuktikan bahwa ranah psikologi dapat merambah wilayah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama di tengah ancaman global warming dan cuaca ekstrem.

Sukses kebaruan dan signifikansi gagasan tersebut, riset dosen UMM ini memenangkan hibah internasional bergengsi dari pemerintah Britania Raya (UK). Salis, yang merupakan alumnus program doktoral (S3) dari Newcastle University, Inggris, menjelaskan bahwa hibah kompetitif ini disediakan secara eksklusif bagi para alumni kampus UK di seluruh dunia. (faqih ahmad wafir rahman/rilis grup journalists umm lovers)